ONLINEBerita terkini. Ringkas. Relevan.
anugrah riauBerita, arsip, visual, dan kanal lokal dalam satu ekosistem.
BREAKING
Pelindo Dorong Penguatan Konektivitas Logistik Nasional Melalui Pengembangan Pelabuhan DumaiTekan Gangguan Kamtibmas di Jalan Raya, Polres Dumai Sisir Jalur Sultan Syarif Qasim hingga Jenderal SudirmanPelindo Regional 1 Dumai Sambut Positif Langkah RGB Tingkatkan Profesionalisme WartawanPelindo Regional 1 Dumai Harapkan Kepemimpinan Baru PWI Perkuat Sinergi PembangunanFrom Indonesia to the World, Pelindo FC Sukses Rebut Gelar Juara World Corporate Cup 2026Perkuat Integrasi dan Tata Kelola, Pelindo Ubah Mekanisme Penerbitan Nota Layanan BarangPastikan Pelayanan Pelabuhan Tetap Optimal, KSOP dan Pelindo Dumai Lakukan Evaluasi BerkalaPerkuat Soliditas dan Profesionalisme, RGB Gelar Konsolidasi dan Raker Semester II 2026Perkuat Sistem Pengamanan, Pelindo Dumai Satukan Persepsi Pemangku KepentinganJonatan Ginting: Persatuan dan Kebersamaan Jadi Modal Menghadapi Tantangan Perusahaan

Material Konstruksi Masuk Sungai dan Keretakan Terlihat, Jembatan Sungai Mesjid Dumai Dipertanyakan

Material Konstruksi Masuk Sungai dan Keretakan Terlihat, Jembatan Sungai Mesjid Dumai Dipertanyakan
Foto kondisi terkini area menuju Jembatan Sungai Mesjid Dumai yang lama (f: beng's)

ANUGRAHRIAU.COM — Proyek pembangunan Jembatan Sungai Mesjid yang menghubungkan Kelurahan Purnama dengan Kelurahan Bangsal Aceh, Kota Dumai, kembali menjadi perhatian masyarakat. Jembatan sepanjang sekitar 368 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp30 miliar tersebut telah diresmikan oleh Gubernur Riau pada 23 April 2025.

Namun, lebih dari setahun setelah diresmikan, sejumlah kondisi di sekitar jembatan masih menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat, terutama terkait kualitas pekerjaan, kondisi lingkungan sekitar, serta kejelasan penanganan jembatan lama yang berada tepat di samping jembatan baru.

Pantauan di lokasi pada Sabtu (3/10/2026) menemukan sejumlah material sisa pekerjaan konstruksi, termasuk pecahan batu, yang terlihat berada di sekitar badan Sungai Mesjid. Kondisi tersebut dikhawatirkan warga berpotensi memengaruhi aliran sungai apabila material terus masuk dan menumpuk di dasar sungai.

Selain itu, terdapat bagian tertentu di sekitar area bangunan jembatan yang terlihat mengalami keretakan. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena jembatan tersebut merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan kawasan Purnama dan Bangsal Aceh.

Meski demikian, kondisi keretakan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis oleh pihak berkompeten untuk memastikan penyebab, tingkat kerusakan, serta apakah kondisi tersebut berpengaruh terhadap struktur dan keselamatan jembatan.

Persoalan lain yang hingga kini menjadi perhatian warga adalah keberadaan jembatan lama yang berada persis di sebelah jembatan baru. Belum adanya informasi yang jelas mengenai rencana pemerintah terhadap jembatan lama membuat sebagian masyarakat masih menggunakannya sebagai jalur alternatif.

Di lapangan, sejumlah pengendara sepeda motor terlihat memilih melewati jembatan lama. Salah seorang warga, Safar, mengaku memilih menggunakan jembatan tersebut karena merasa lebih aman ketika membawa istri dan anak.

"Macam manolah Bang, jembatan sebelah yang baru tu mobil berpacu-pacu. Awak cari aman ajo lewat kat jembatan lamo ni karno awak bawak anak bini," ujar Safar.

Menurut warga, lalu lintas kendaraan roda empat di jembatan baru terkadang cukup padat sehingga sebagian pengendara sepeda motor memilih menggunakan jembatan lama.

Namun, penggunaan jembatan lama juga tidak terlepas dari persoalan keselamatan. Sejumlah bagian jembatan terlihat mengalami kerusakan, termasuk lubang yang hanya ditutup secara seadanya.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat membahayakan pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Warga menilai diperlukan penanganan menyeluruh agar tidak terjadi kecelakaan akibat kondisi fisik jembatan yang sudah mengalami kerusakan.

Masyarakat berharap Pemerintah Kota Dumai maupun instansi terkait segera melakukan pemeriksaan dan evaluasi terhadap kondisi jembatan baru, termasuk memastikan kualitas konstruksi dan penanganan material yang berada di sekitar aliran Sungai Mesjid.

Selain itu, warga meminta pemerintah memberikan kepastian mengenai status jembatan lama, apakah akan diperbaiki, ditutup, dibongkar, atau tetap difungsikan sebagai akses alternatif.

Kepastian tersebut dinilai penting agar masyarakat tidak mengambil keputusan sendiri dalam menggunakan fasilitas yang berpotensi memiliki risiko keselamatan.

Warga juga berharap pihak pelaksana pekerjaan maupun instansi teknis dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai kondisi jembatan, sehingga berbagai kekhawatiran yang berkembang di tengah masyarakat dapat dijawab berdasarkan hasil pemeriksaan teknis dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. (tim)